0 Comments

Ingin menghemat pengeluaran BBM tanpa harus mengurangi aktivitas berkendara? Studi Oak Ridge National Laboratory menunjukkan bahwa kendaraan dengan ban yang tekanannya hanya 50% dari rekomendasi menggunakan 5-10% lebih banyak bahan bakar. Dengan harga BBM non-subsidi yang mencapai Rp12.350 per liter untuk Pertamax di Jakarta per Januari 2026, penghematan 10 persen bisa menghemat ratusan ribu rupiah setiap bulannya.

Masalah yang sering diabaikan: Banyak pengendara tidak menyadari bahwa ban kempes atau kurang angin membuat mesin kendaraan bekerja lebih keras. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat drastis tanpa disadari. Padahal, ban yang tidak terawat juga mempercepat keausan dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana tekanan ban yang tepat bisa menghemat BBM Anda hingga 10 persen, dilengkapi dengan data penelitian kredibel, tips praktis, dan cara mudah yang bisa langsung diterapkan hari ini.

Mengapa Tekanan Ban Sangat Berpengaruh pada Konsumsi BBM?

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Menurut US Department of Energy, Anda dapat meningkatkan efisiensi BBM rata-rata 0,6%—bahkan hingga 3% dalam beberapa kasus—dengan menjaga ban tetap terisi pada tekanan yang tepat. Ban yang kurang angin dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 0,2% untuk setiap penurunan 1 PSI pada tekanan rata-rata semua ban.

Ketika ban kekurangan tekanan angin, permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan menjadi lebih luas. Hal ini meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance) yang membuat mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan. Semakin besar hambatan, semakin banyak energi dan bahan bakar yang terbuang.

Dalam pengujian menggunakan Toyota Corolla 2009, kendaraan dengan semua ban pada 75% dari tekanan yang direkomendasikan mengalami penurunan efisiensi bahan bakar sekitar 2-3%. Sementara kendaraan dengan ban pada 50% tekanan yang direkomendasikan menggunakan 5-10% lebih banyak bahan bakar.

Analogi sederhana: Bayangkan Anda mendorong kursi kantor dengan roda yang licin versus mendorong kursi dengan roda yang macet. Tentu lebih berat mendorong yang macet, bukan? Begitu juga dengan ban kempes—mesin harus “mendorong” lebih kuat untuk menggerakkan kendaraan.

Tips Praktis Menjaga Tekanan Ban:

  • Cek tekanan ban minimal 2 minggu sekali, idealnya setiap minggu
  • Lakukan pengecekan saat ban masih dingin (sebelum berkendara)
  • Gunakan pressure gauge digital untuk hasil lebih akurat
  • Catat tekanan yang direkomendasikan pabrikan (biasanya di stiker pintu atau buku manual)
  • Jangan gunakan angka maksimum yang tertera di ban—gunakan rekomendasi pabrikan kendaraan

Data Penting: Studi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) AS menemukan bahwa setiap 1 persen penurunan tekanan ban berkorelasi dengan penurunan 0,3 persen efisiensi bahan bakar. Ban yang kurang angin 10 persen meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 2 persen.

Berapa Tekanan Ban yang Ideal untuk Kendaraan Anda?

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Tidak ada angka universal untuk semua kendaraan. Tekanan ban yang ideal bervariasi tergantung jenis kendaraan, beban, dan kondisi penggunaan. Namun ada panduan umum yang bisa Anda ikuti:

Lokasi Informasi Tekanan Ban yang Benar:

  • Stiker di kusen pintu sisi pengemudi
  • Buku manual kendaraan
  • Kadang di tutup tangki bahan bakar atau laci dashboard

Rentang Umum Tekanan Ban:

  • Mobil sedan: 30-35 PSI
  • SUV dan MPV: 32-38 PSI
  • Truk ringan: 35-40 PSI
  • Sepeda motor: 28-36 PSI (depan dan belakang bisa berbeda)

Catatan Penting: Angka maksimum yang tertera di sisi ban (misalnya “Max Pressure 44 PSI”) BUKAN angka yang harus Anda gunakan. Ini adalah batas maksimum yang aman, bukan rekomendasi. Selalu gunakan angka yang direkomendasikan pabrikan kendaraan Anda.

Penyesuaian Tekanan Ban Berdasarkan Kondisi:

  • Membawa beban berat: Tambah 2-3 PSI dari standar
  • Perjalanan jarak jauh: Cek dan sesuaikan sebelum berangkat
  • Cuaca dingin: Tekanan ban turun sekitar 1 PSI per 5°C penurunan suhu
  • Cuaca panas: Tekanan ban naik sekitar 1 PSI per 5°C kenaikan suhu

Ban dapat kehilangan 1-2 PSI per bulan secara alami, dan perubahan suhu juga memengaruhi tekanan ban. Untuk setiap penurunan suhu 5°C, terjadi kehilangan tekanan ban sekitar 2 persen. Ban juga mengembang sekitar 2 persen dengan kenaikan suhu 5°C.

Program Eco Driving: Hemat BBM Lebih Maksimal

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Selain menjaga tekanan ban, teknik mengemudi juga berpengaruh besar pada konsumsi BBM. Survei Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyebutkan bahwa selama 8 tahun percobaan Eco Driving, rata-rata bisa menghemat 10-25 persen bahan bakar.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, aplikasi Eco Drive terbukti dapat menghemat pemakaian bahan bakar 10-15%. Tekniknya adalah mengemudi dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar safety driving, untuk berkendara lebih efisien, hemat bahan bakar, dan mengurangi polusi.

Prinsip Dasar Eco Driving:

  • Akselerasi halus: Tekan gas perlahan, hindari injakan mendadak
  • Kecepatan konstan: Pertahankan kecepatan 40-80 km/jam di jalan tol
  • Engine brake: Lepas gas untuk mengurangi kecepatan, bukan langsung rem
  • Hindari idle berlebihan: Matikan mesin jika berhenti lebih dari 1 menit
  • Perawatan rutin: Filter udara bersih, oli tepat spesifikasi

Kombinasi Sempurna Hemat BBM:

  1. Tekanan ban optimal (hemat 3-10%)
  2. Eco driving technique (hemat 10-25%)
  3. Perawatan rutin kendaraan (hemat 1-2%)
  4. Total potensi penghematan: 14-37%

Dengan penghematan ini, jika Anda biasanya menghabiskan Rp500.000 untuk BBM per bulan, Anda bisa menghemat Rp70.000 hingga Rp185.000 setiap bulannya!

Dampak Ban Kempes pada Keselamatan dan Biaya

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Ban yang kurang angin bukan hanya soal konsumsi BBM. Ada dampak lain yang lebih serius:

Risiko Keselamatan:

  • Jarak pengereman lebih panjang hingga 20%
  • Handling kurang responsif, terutama di tikungan
  • Risiko pecah ban meningkat drastis
  • Kendaraan lebih sulit dikendalikan dalam kondisi darurat

Biaya Tambahan yang Tersembunyi:

  • Aus ban tidak merata, umur ban berkurang hingga 25%
  • Komponen suspensi cepat rusak karena beban tidak merata
  • Konsumsi BBM boros seperti dijelaskan sebelumnya
  • Risiko kecelakaan yang bisa menimbulkan kerugian besar

Departemen Perhubungan AS mencatat bahwa ban yang kurang angin membuang sekitar 5 juta galon bensin setiap hari di Amerika Serikat. Untuk setiap 1 PSI yang hilang dari set 4 ban mobil Anda, Anda kehilangan 0,1 persen efisiensi BBM. Setiap PSI yang hilang juga berarti ban aus 10 persen lebih cepat.

Perhitungan Biaya Nyata:

Misalkan Anda berkendara 1.000 km per bulan dengan konsumsi normal 1:15 (15 km/liter):

  • BBM normal: 66,7 liter x Rp12.350 = Rp823.333
  • Ban kurang 20% tekanan (boros 4%): 69,4 liter x Rp12.350 = Rp857.269
  • Selisih per bulan: Rp33.936
  • Kerugian per tahun: Rp407.232

Belum termasuk biaya ganti ban lebih cepat (Rp400.000 – Rp2.000.000 per ban) dan potensi biaya perbaikan lainnya!

Cara Mudah Mengecek dan Mengisi Tekanan Ban

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Alat yang Diperlukan:

  • Pressure gauge (digital atau analog, harga Rp30.000 – Rp150.000)
  • Kompresor angin (di SPBU atau pom bensin biasanya gratis)
  • Alternatif: Gunakan jasa tambal ban atau bengkel

Langkah-langkah Praktis:

  1. Cek tekanan saat ban dingin: Tunggu minimal 3 jam setelah berkendara
  2. Lepas tutup pentil: Simpan di tempat aman agar tidak hilang
  3. Tempelkan pressure gauge: Tekan kuat hingga tidak ada suara udara keluar
  4. Baca angka: Bandingkan dengan rekomendasi pabrikan
  5. Isi atau kurangi sesuai kebutuhan: Gunakan kompresor untuk menambah, tekan pentil untuk mengurangi
  6. Cek ulang: Pastikan semua ban sesuai tekanan ideal
  7. Pasang kembali tutup pentil: Tutup pentil mencegah kotoran masuk dan kebocoran

Tips Tambahan:

  • Cek juga ban serep—sering terlupakan padahal penting saat darurat
  • Ganti pentil setiap 2-3 tahun atau saat ganti ban baru
  • Perhatikan tanda keausan tidak merata—bisa indikasi tekanan tidak tepat
  • Jika ban sering kempes, periksa kebocoran atau valve yang rusak

Kapan Harus ke Bengkel:

  • Ban sering kempes padahal tidak ada paku
  • Tekanan tidak stabil walau baru diisi
  • Aus tidak merata (tepi atau tengah lebih cepat aus)
  • Umur ban sudah lebih dari 5 tahun

Tips Hemat BBM Lainnya untuk 2026

Tekanan Ban Tepat Bisa Hemat BBM 10 Persen 2026

Selain menjaga tekanan ban, ada strategi tambahan yang bisa Anda terapkan di tahun 2026:

1. Pilih BBM Sesuai Spesifikasi Mesin Menggunakan Pertamax (RON 92) pada mesin yang sesuai akan membuat pembakaran lebih sempurna dan mesin lebih awet. Jangan gunakan oktan rendah pada mesin kompresi tinggi—justru lebih boros karena pembakaran tidak optimal.

2. Manfaatkan Promo Digital Gunakan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan cashback atau poin setiap transaksi BBM non-subsidi. Promo bisa mencapai 2-5% dari harga pembelian.

3. Hindari Beban Berlebihan Kurangi barang yang tidak perlu di bagasi. Setiap 50 kg tambahan bisa meningkatkan konsumsi BBM 1-2%.

4. Rawat Mesin Secara Berkala

  • Ganti oli sesuai jadwal
  • Bersihkan filter udara secara rutin
  • Tune-up mesin minimal setahun sekali
  • Gunakan oli dengan grade yang direkomendasikan

5. Rencanakan Perjalanan Hindari berkendara di jam sibuk untuk menghindari kemacetan. Kondisi stop-and-go sangat boros BBM karena sering menggunakan gigi rendah.

6. Gunakan AC dengan Bijak AC mobil meningkatkan konsumsi BBM 5-20%. Di kecepatan rendah (<40 km/jam), lebih hemat buka jendela. Di kecepatan tinggi (>60 km/jam), lebih hemat pakai AC karena resistensi angin lebih besar.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tekanan Ban dan Hemat BBM

Q: Apakah ban nitrogen lebih hemat BBM daripada angin biasa?

A: Nitrogen memang lebih stabil dan lambat bocor karena molekulnya lebih besar. Namun pengaruhnya terhadap penghematan BBM minimal, sekitar 1-2%. Yang lebih penting adalah menjaga tekanan tetap optimal, apapun isi bannya. Nitrogen lebih bermanfaat untuk mengurangi frekuensi isi ulang.

Q: Berapa lama umur ban normal jika tekanan selalu dijaga optimal?

A: Dengan perawatan tepat termasuk tekanan optimal, ban berkualitas baik bisa bertahan 40.000-80.000 km atau 3-5 tahun, tergantung kondisi jalan dan cara berkendara. Ban yang sering kempes bisa aus 25% lebih cepat.

Q: Apakah tekanan ban mobil berpenumpang dan kosong harus berbeda?

A: Ya, idealnya ditambah 2-3 PSI saat membawa beban penuh atau perjalanan jauh. Lihat panduan di stiker pintu atau buku manual—biasanya ada angka untuk beban normal dan beban penuh.

Q: Apakah aman menambah tekanan ban melebihi rekomendasi untuk lebih hemat BBM?

A: Tidak disarankan. Ban terlalu keras (overinflated) membuat handling kurang nyaman, aus tidak merata (bagian tengah lebih cepat), dan risiko pecah meningkat. Penghematan BBM yang didapat tidak sebanding dengan risiko keselamatannya.

Q: Seberapa sering harus cek tekanan ban?

A: Idealnya setiap 2 minggu atau minimal sebulan sekali. Juga wajib cek sebelum perjalanan jauh. Ban dapat kehilangan 1-2 PSI per bulan secara alami, jadi pengecekan rutin sangat penting.

Baca Juga Mobil Manual Awet 10 Tahun: Perawatan Kopling & Timing Belt

Action Plan Hemat BBM 2026

Menjaga tekanan ban yang tepat adalah cara termudah dan paling efektif untuk menghemat BBM hingga 10 persen. Dikombinasikan dengan teknik eco driving, Anda bisa menghemat hingga 25-37% pengeluaran bahan bakar.

Ringkasan Poin Utama:

  • Ban pada 50% tekanan menggunakan 5-10% lebih banyak BBM
  • Menjaga tekanan optimal bisa menghemat hingga 3% konsumsi BBM
  • Eco driving menghemat 10-25% bahan bakar menurut survei Kementerian LHK
  • Ban kempes juga berisiko terhadap keselamatan dan mempercepat keausan
  • Cek tekanan minimal 2 minggu sekali untuk hasil optimal

Aksi yang Bisa Dilakukan Hari Ini:

  1. Cek tekanan ban Anda sekarang—gratis di banyak SPBU
  2. Beli pressure gauge sederhana (Rp30.000-an)
  3. Set reminder di HP untuk cek tekanan setiap 2 minggu
  4. Pelajari teknik eco driving dan terapkan bertahap
  5. Catat konsumsi BBM bulanan untuk monitor penghematan

Dengan langkah sederhana ini, Anda tidak hanya menghemat ratusan ribu rupiah per bulan, tetapi juga berkontribusi mengurangi emisi dan merawat kendaraan agar lebih awet.

Ajak teman dan keluarga Anda untuk menerapkan tips ini! Share artikel ini agar lebih banyak orang mendapat manfaat dari teknik hemat BBM yang terbukti efektif.


Artikel ini ditulis berdasarkan riset mendalam dari sumber-sumber kredibel termasuk studi Oak Ridge National Laboratory, data US Department of Energy, dan program Eco Driving Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Semua data dan statistik dalam artikel ini telah diverifikasi dari sumber resmi.

Sumber Referensi:

  • US Department of Energy. (2017). “Fact #983: Proper Tire Pressure Saves Fuel.” 
  • Oak Ridge National Laboratory. (2014). “Fuel Economy and Emissions Effects of Low Tire Pressure.” SAE International Journal.
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). “Eco Driving untuk Langit Biru.”
  • Indonesia Baik. “Tips Berkendara Hemat BBM.” 
  • National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). “The Pneumatic Tire” (2006).
  • Tyrepower Australia. (2019). “How Tyre Pressure Affects Fuel Economy.”

Related Posts