0 Comments

novusautoglassstl – Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum membeli mobil adalah soal biaya perawatan PHEV. Harga beli memang menjadi pertimbangan utama, tetapi biaya servis selama bertahun-tahun juga memiliki pengaruh besar terhadap total biaya kepemilikan kendaraan.

Perkembangan industri otomotif membuat konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan dibandingkan beberapa tahun lalu. Kalau dulu mayoritas orang hanya mengenal mobil bermesin bensin atau diesel, sekarang pilihan semakin beragam dengan hadirnya Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (EV) yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Banyak orang menganggap mobil listrik pasti paling murah dirawat karena tidak menggunakan mesin pembakaran. Di sisi lain, ada pula yang beranggapan PHEV justru lebih mahal karena memiliki dua sistem penggerak sekaligus. Benarkah demikian?

Jawabannya bergantung pada komponen yang dibandingkan. Setiap jenis kendaraan memiliki karakteristik, kebutuhan servis, dan biaya perawatan yang berbeda.

Mengenal Perbedaan ICE, PHEV, dan EV

Sebelum membahas biaya servis, penting memahami cara kerja masing-masing teknologi.

ICE (Internal Combustion Engine) merupakan kendaraan konvensional yang seluruh tenaganya berasal dari mesin pembakaran berbahan bakar bensin atau diesel.

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik serta baterai yang dapat diisi ulang melalui charger eksternal. Mobil dapat berjalan menggunakan listrik, bensin, atau kombinasi keduanya.

Sementara EV (Battery Electric Vehicle) sepenuhnya menggunakan motor listrik tanpa mesin pembakaran sehingga seluruh tenaga berasal dari baterai.

Perbandingan Komponen Servis

KomponenICEPHEVEV
Oli mesinYaYaTidak
Filter oliYaYaTidak
Filter udara mesinYaYaTidak
BusiYaYaTidak
Motor listrikTidakYaYa
Baterai traksiTidakYaYa
Cairan pendingin bateraiTidakYa (tergantung model)Ya (tergantung model)
Kampas remYaYaYa (umumnya lebih awet berkat regenerative braking)

Dari tabel tersebut terlihat bahwa EV memiliki jumlah komponen mekanis yang lebih sedikit dibanding kendaraan bermesin pembakaran.

Biaya Perawatan Mobil ICE

Mobil berbahan bakar bensin atau diesel merupakan kendaraan dengan jaringan servis paling luas.

Namun, mesin pembakaran memiliki banyak komponen yang harus dirawat secara berkala. Penggantian oli mesin, filter oli, filter udara, busi, oli transmisi, coolant, hingga berbagai komponen pendukung menjadi bagian dari servis rutin.

Selain itu, semakin tinggi jarak tempuh kendaraan, semakin banyak komponen yang berpotensi mengalami keausan, seperti timing belt (pada model tertentu), water pump, injektor, throttle body, hingga sistem pembuangan.

Karena itu, biaya perawatan mobil ICE cenderung meningkat seiring bertambahnya usia kendaraan.

Biaya Perawatan PHEV

PHEV sering disebut sebagai teknologi “dua dunia”.

Di satu sisi, kendaraan ini memiliki mesin bensin yang tetap memerlukan servis rutin seperti mobil konvensional. Di sisi lain, terdapat motor listrik, inverter, sistem pengisian daya, serta baterai tegangan tinggi yang membutuhkan pemeriksaan berkala.

Meski demikian, mesin bensin pada PHEV biasanya bekerja lebih ringan dibanding mobil ICE murni, terutama jika kendaraan sering digunakan dalam mode listrik untuk perjalanan harian.

Akibatnya, beberapa komponen mesin dapat mengalami tingkat keausan yang lebih rendah dibanding mobil konvensional dengan pola penggunaan yang sama.

Namun secara keseluruhan, PHEV tetap memiliki sistem yang paling kompleks karena menggabungkan dua teknologi sekaligus. Oleh sebab itu, proses diagnosis maupun perbaikannya umumnya membutuhkan teknisi dengan pelatihan khusus.

Biaya Perawatan Mobil EV

Mobil listrik memiliki keunggulan utama berupa jumlah komponen bergerak yang jauh lebih sedikit.

Karena tidak menggunakan mesin pembakaran, pemilik tidak perlu mengganti oli mesin, filter oli, busi, filter udara mesin, maupun berbagai komponen pendukung pembakaran lainnya.

Servis berkala pada EV umumnya lebih berfokus pada pemeriksaan sistem baterai, perangkat lunak (software), motor listrik, sistem pendingin baterai (jika ada), suspensi, ban, rem, dan cairan rem.

Selain itu, teknologi regenerative braking membantu memperlambat kendaraan menggunakan motor listrik saat deselerasi. Akibatnya, kampas rem mekanis cenderung lebih awet dibanding kendaraan konvensional karena penggunaannya lebih sedikit.

Inilah salah satu alasan mengapa banyak produsen menyatakan biaya perawatan rutin EV dapat lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin dalam penggunaan normal.

Kenapa EV Umumnya Memiliki Biaya Servis Lebih Rendah?

Banyak penelitian dan pengalaman pengguna menunjukkan bahwa mobil listrik umumnya membutuhkan perawatan rutin yang lebih sedikit dibandingkan mobil bermesin pembakaran. Hal ini terutama karena jumlah komponen mekanis yang bergerak jauh lebih sedikit.

Mesin bensin atau diesel terdiri atas ribuan komponen yang bekerja pada suhu dan tekanan tinggi. Sebaliknya, motor listrik memiliki konstruksi yang lebih sederhana sehingga risiko keausan mekanis juga lebih rendah.

Selain itu, mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, timing belt, atau komponen sistem pembuangan seperti catalytic converter dan knalpot.

Namun, bukan berarti EV bebas biaya perawatan. Pemeriksaan baterai tegangan tinggi, sistem pendingin baterai (pada model tertentu), suspensi, ban, perangkat lunak, hingga sistem kelistrikan tetap menjadi bagian penting dari servis berkala.

Bagaimana dengan Umur Baterai?

Salah satu kekhawatiran terbesar calon pembeli EV maupun PHEV adalah umur baterai.

Saat ini, sebagian besar produsen memberikan garansi baterai tegangan tinggi selama 8 hingga 10 tahun atau sekitar 160.000–200.000 kilometer, tergantung merek dan model kendaraan.

Seiring bertambahnya usia, kapasitas baterai memang akan mengalami degradasi secara alami. Namun berbagai studi menunjukkan bahwa degradasi tersebut umumnya berlangsung bertahap dan tidak langsung membuat kendaraan tidak dapat digunakan.

Selain itu, sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) pada mobil modern dirancang untuk menjaga suhu, tegangan, dan proses pengisian agar umur baterai lebih panjang.

Bagaimana Pengaruh Gaya Berkendara terhadap Biaya Perawatan?

Biaya kepemilikan kendaraan tidak hanya dipengaruhi oleh jenis teknologi, tetapi juga cara penggunaannya.

Pada mobil ICE, kebiasaan berkendara agresif dapat mempercepat keausan oli, rem, kopling (untuk transmisi manual), hingga ban.

Pada PHEV, pemilik yang rutin mengisi daya baterai dan memanfaatkan mode listrik untuk perjalanan harian biasanya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi beban kerja mesin bensin.

Sementara itu, pada EV, gaya berkendara yang halus memungkinkan sistem regenerative braking bekerja lebih optimal sehingga kampas rem lebih awet dan efisiensi energi meningkat.

Artinya, pola penggunaan sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap total biaya perawatan.

Mana yang Paling Cocok untuk Pengguna Indonesia?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan masing-masing.

Mobil ICE masih menjadi pilihan yang praktis bagi pengguna yang sering bepergian ke daerah dengan infrastruktur pengisian daya yang belum memadai. Bengkel dan suku cadangnya juga paling mudah ditemukan.

PHEV cocok bagi pengguna yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi tetapi tetap menginginkan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jauh. Jika rutin mengisi baterai di rumah atau kantor, konsumsi bahan bakarnya dapat jauh lebih hemat untuk penggunaan harian.

Sementara itu, EV menjadi pilihan menarik bagi pengguna dengan mobilitas harian yang relatif terprediksi dan memiliki akses mudah ke fasilitas pengisian daya. Biaya energi dan servis rutinnya cenderung lebih rendah, meskipun harga awal kendaraan masih dapat lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional pada beberapa segmen.

Perbandingan Biaya Perawatan Secara Umum

Catatan: Grafik di atas merupakan ilustrasi tingkat kompleksitas perawatan berdasarkan jumlah komponen yang umumnya memerlukan servis berkala, bukan perbandingan biaya servis aktual dalam rupiah. Biaya nyata dapat berbeda tergantung merek, model, harga suku cadang, dan pola penggunaan kendaraan.

Ringkasan Perbandingan

AspekICEPHEVEV
Kompleksitas mesinTinggiSangat tinggiRendah
Jumlah komponen servis rutinBanyakPaling banyakPaling sedikit
Penggantian oli mesinRutinRutinTidak ada
Efisiensi penggunaan harianSedangTinggi (jika sering dicas)Sangat tinggi
Biaya servis berkalaSedangSedang–tinggiUmumnya paling rendah
Ketergantungan SPBUYaYaTidak
Ketergantungan stasiun pengisianTidakSebagianYa

Secara umum, EV menawarkan biaya perawatan rutin paling rendah karena memiliki lebih sedikit komponen yang aus akibat proses pembakaran. ICE tetap unggul dari sisi kemudahan servis dan jaringan bengkel, sedangkan PHEV berada di tengah sebagai solusi transisi yang menggabungkan keunggulan motor listrik dan mesin bensin, tetapi juga membawa kompleksitas dari kedua sistem tersebut.

Bagi calon pembeli, keputusan terbaik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada biaya servis, tetapi juga mempertimbangkan harga beli, biaya energi, kebiasaan berkendara, akses terhadap bengkel maupun stasiun pengisian daya, serta kebutuhan penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.

Referensi

International Energy Agency (IEA) – Global EV Outlook
https://www.iea.org/reports/global-ev-outlook

U.S. Department of Energy – Biaya Perawatan PHEV Data Center
https://afdc.energy.gov

Consumer Reports – Biaya Perawatan PHEV Ownership Studies
https://www.consumerreports.org

AAA – Electric Vehicle Maintenance Guide
https://www.aaa.com

Toyota Global – Hybrid & Biaya Perawatan PHEV
https://global.toyota

Hyundai Worldwide – Biaya Perawatan PHEV
https://www.hyundai.com

Related Posts